Metamorfosis kodok bukan sekadar tubuh yang bertambah besar. Proses ini mencakup perubahan ukuran, bentuk, dan bagian tubuh dari satu stadium ke stadium berikutnya; struktur serta fungsi tubuh pun berbeda pada tiap tahap [1]. Karena itu, perjalanan dari telur menuju dewasa lebih tepat dibaca sebagai perubahan bentuk sekaligus perubahan fungsi.
Ukuran hanya satu bagian dari perubahan
Setelah penetasan, perkembangan mencakup pertumbuhan dan diferensiasi sel [1]. Bentuk dan susunan bagian tubuh juga berubah, sehingga kata "tumbuh" tidak cukup jika hanya berarti badan makin besar [1].
Bentuk tubuh berkaitan dengan fungsi
Setiap stadium memiliki struktur dan fungsi tubuh yang berbeda [1]. Maka, selain menelusuri tahap apa yang datang berikutnya, kita bisa memperhatikan bagian tubuh yang berubah dan fungsi yang membedakan satu tahap dari tahap lain. Dengan begitu, pembahasan tentang cara hidup tetap berpijak pada perubahan fungsi tubuh, bukan tebakan tentang kebiasaan tertentu.
Perubahan diatur dalam proses perkembangan
Hormon berperan dalam mengatur metamorfosis, termasuk perubahan ukuran tubuh, organisasi jaringan, dan pembentukan bagian tubuh baru [1]. Pada Chordata, metamorfosis dipicu oleh hormon iodothyronine [1]. Perubahan bentuk, dengan demikian, merupakan bagian dari perkembangan biologis, bukan sekadar pergantian rupa.
Saat mengikuti siklus kodok dari telur hingga dewasa, yang penting bukan hanya urutan tahapnya. Perhatikan juga perubahan ukuran, bentuk, bagian tubuh, dan fungsi dari satu stadium ke stadium berikutnya—di situlah metamorfosis memperlihatkan lebih dari sekadar pertumbuhan [1].
Sumber
- [1] Wikipedia bahasa Indonesia — Metamorfosis. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=28453341&title=Metamorfosis (diakses 2026-10-03).